Selasa, 17 April 2012

CONTOH PRAKTEK LAPANGAN KONSEP GEOGRAFI


A.   ASPEK FISIK DAN ASPEK SOSIAL
1.      Aspek Fisik
v  Kondisi tanah cukup subur karena dapat ditumbuhi pohon yang rimbun.
v Hampir 100% tanah di SMAN 2 Garut tertutupi, baik oleh bangunan, lapangan, dan sebagainya.
v Air  yang ada cukup bersih, namun persediannya masih dikatakan kurang  bila tergunakan oleh seluruh warga sekolah.
v Iklim di SMAN 2 Garut adalah iklim tropis yang terdiri dari 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.
v Temperatur/ suhu relatif seimbang, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas.
2.      Aspek Sosial
v Rata-rata murid yang ada di setiap kelas berjumlah 38 orang dan didominasi oleh murid perempuan.
v Jumlah kelas terdiri dari 25 kelas, yaitu kelas X terdiri dari 9 kelas (X1-X9), kelas XI terdiri dari 8 kelas (XI IPA1-XI IPA4, XI IPS1-XI IPS 3, dan XI BAHASA), dan kelas XII yang terdiri dari 8 kelas pula (XII IPA 1-XII IPA 4, XII IPS 1-XII IPS 3, dan XII BAHASA).
v Siswa diwajibkan membayar dana sumbangan pendidikan (DSP) setiap tahun pelajaran dan juga uang bulanan komite sekolah setiap satu bulan sekali.
v Hubungan sosial antar siswa bisa dikatakan cukup baik dengan adanya saling komunikasi yang baik pula walaupun siswa tersebut berbeda kelas.
v Hubungan sosial antara siswa dan guru terkadang kurang baik dikarenakannya masih banyak siswa yang belum mengenal seluruh guru SMAN 2 Garut terutama yang tidak mengajar di kelasnya.
v Lapangan yang tersedia masih dikategorikan kuran dari cukup karena saat upacara banyak siswa yang berdiri di posisi yang sempit dan kuran nyaman.
B.   PRINSIP-PRINSIP GEOGRAFI
1.      Prinsip persebaran
v Persebaran kelas di SMAN 2 Garut bisa dikatakan tersebar dengan merata karena tidak ada kelas yang saling berjauhan dari kelas yang lainnya( tidak ada kelas yan terpencil tanpa ditemani ruangan kelas yang lainnya).
v Pada saat istirahat, siswa selalu berkumpul/ bergerombol membeli jajanan di lapangan depan (basket) SMAN 2 Garut.
v Kebanyakan siswa memilih tempat berkumpul di depan kelasnya masing-masing.
2.      Prinsip interrelasi
v Dikarenakan diadakan pembangunan baru, kelas-kelas yang ruangan kelasnya sedan dibangun berpindah kelasnya.
v Lab fisika dan lab kimia dijadikan kelas karena sedang ada pembangunan ruangan kelas baru.
v Lapangan parkir menjadi lebih sempit karena ada pembangunan ruangan baru.
3.      Prinsip deskripsi
v Mesjid Al Kautsar berada di bagian paling barat di SMAN 2 Garut sehingga bisa dikatakan jauh oleh kelas yang berada di ujung/ paling belakang sekolah. (berupa uraian).
v Denah paling sederhana  tentang posisi SMAN 2 Garut:



Rounded Rectangle: SMAN 2 GARUT
 
________________________________________________

ke Kadungora                  JALAN RAYA                     Ke Leles
Rounded Rectangle: Pom Bensin Leles________________________________________________


4.      Prinsip korologi
v Dikarenakan lapangan depan (basket) di SMAN 2 Garut cukup sempit dan juga  sebagaian dipakai lapangan parkir karena sedang berlangsungnya pembangunan ruangan baru, siswa terkadang menjadi kurang nyaman saat membeli jajanan di sana, apalagi pedagang sangat banyak dan siswa pun sangat bergerombol.
C.   KONSEP-KONSEP GEOGRAFI
1.      Konsep lokasi
v SMAN 2 Garut bisa dikatakan wilayah yang strategis karena berada di antara ( menjadi batasan ) Kecamatan Kadungora dan Leles.
v Letak sekolah yang besebrangan dengan Pom bensin menjadikan siswa menjadi lebih mudah mengisi bahan bakar pada kendaraan mereka.
v Dengan keberadaan sekolah tepat di pinggir jalan membuat siswa leluasa turun/naik alat transportasi umum tanpa harus mencari tempat pemberhentian.
v Terkadang suara kendaraan (contohnya ambulan) bisa terdengar ke sekolah dan memungkinkan siswa tertentu merasa terganggu.
2.      Konsep jarak
v Para pedagang bisa leluasa berdagang di sekolah karena bila waktu istirahat sudah selesai, mereka bisa berpindah berjualan ke pom bensin ataupun SMPN 1 Leles yang jaraknya sangat dekat dengan sekolah.
v Jarak yang seimbang karena letak yang strategis menimbulkan biaya transportasi yang seimbang pula.
3.      Konsep keterjangkauan
v Sarana transportasi untuk menuju ke SMAN 2 Garut cukup lengkap, misalnya angkutan kota, delman, ojek, dan sebagainya.
v Siswa menjadi lebih mudah memakai kendaraan pribadi karena dapat mengisi bahan bakarnya di pom bensin leles di sebrang SMAN 2 garut.
4.      Konsep pola
v Lingkungan yang subur dan penuh pepohonan di luar sekitar SMAN 2 Garut menjadikan air cukup bersih sehingga membuat nyaman warga sekolah dalam pemakaian air.
v Sekolah yang dekat dengan daerah pesawahan menjadikan udara di SMAN 2 Garut menjadi tidak terlalu panas dan bersih.
v SMAN 2 Garut yang berada tepat di pinggir jalan membuat siswa mudah untuk bisa menuju sekolah.
v Sungai yang berada di sebrang SMAN 2 Garut cukup dalam sehingga tidak memungkinkan adanya luapan air karena hujan deras.
5.      Konsep morfologi
v Bentuk permukaan bumi yang datar tidak memungkinkan kawasan SMAN 2 Garut mengalami erosi/ longsor.
v Tanah di daerah Leles yang subur menjadikan air cukup bersih.
v Daerah yang asli tanah di SMAN 2 Garut sangatlah kecil karena tertutupi oleh bangunan, lapangan, dan sebagainya.
6.      Konsep aglomerasi
v Siswa kebanyakan mengelompok menurut kelasnya masing-masing sehingga setiap kelas memiliki nama komunitasnya yang berbeda-beda.
v Siswa yang ruangan kelasnya paling belakang sekolah cenderung berdiam diri di kelas mereka masing-masing dan jarang ke kawasan di bagian depan ataupun tengah SMAN 2 Garut.
7.      Konsep nilai kegunaan
v Daerah depan kelas X5 selalu digunakan banyak siswi untuk duduk dan membuka sepatu ketika waktu shalat datang karena berada didepan mesjid putri/ di pingir wc putri.
8.      Konsep interaksi dan interdependensi
v Kelas yang tidak mempunyai peralatan kebersihan yang cukup membuat mereka meminjam peralatan ke kelas lain sehingga terjadi hubungan dengan kelas lain.
v Pergerakan siswa yang meminjam buku ke kelas lain yang mungkin dikarenakan tertingal pelajaran.
9.      Konsep differensiasi area (struktur keruangan atau distribusi keruangan)
v Siswa kelas X1-X3 lebih mudah meminjam buku ke perpustakaan dibandingkan dengan kelas yan lainnya dikarenakan jarak yang dekat dengan perpustakaan.
v Daerah depan kelas X5-X6 lebih sering dilewati oleh siswi karena merupakan jalur ke wc siswi.
v Siswa kelas X8 ataupun X7 sangat mudah menuju ruang guru karena jaraknya yang begitu dekat dengan ruang guru, berbeda dengan ruangan/kelas lainnya.
10. Konsep keterkaitan keruangan (proses keruangan)
v Kelas X7 dan X8 mengalami suatu hubungan yang cukup baik setelah diadakannya dikdalara (karena disatu kelaskan).
v Hubungan yang baik terjadi antara OSIS/MPK dengan diadakannya kegiatan PORAK karena saling ada partisipasi satu sama lainnya.
D.   PERMASALAHAN YANG DIKAITKAN DENGAN PENDEKATAN GEOGRAFI
1.      Pendekatan spasial (keruangan)
v Lokasi SMAN 2 Garut terletak di Jl. Guntur Leles yang di sebelah baratnya ada pom bensin, dan terletak di tengah-tengah sawah dan pemukiman warga.
v Kondisi alamnya cukup sejuk walaupun kurangnya tanaman dan pohon-pohon besar.
v Kondisinya kurang nyaman karena sekarang sedang diadakan renovasi penambahan kelas.
v Sampah massih berserakan dimana-mana karena kurangnya kesadaran manusia.
v Kondisi sosial antara guru dengan siswa masih kurang baik karena masih ada siswa yang tidak mengetahui guru yang ada di sekolah, terkadang siswa tidak menyapa uru tersebut dan mengucapkan salam.
v Kondisi sosial antara siswa dengan siswa juga masih kurang baik karena masih ada persaingan antara siswa dengan siswa yang berbeda kelas.
v Kurannya penerapan 5S (senyum, sapa, salam, sopan santun) diantara para warga sekolah.
2.      Pendekatan Ekologi (lingkungan)
v Kondisi air. Menurut  saya kondisi air di kamar mandi sekolah kurang banyak dan kurang terawat. Airnya sedikit kotor, wcnya pun kotor.
v Kondisi tanah subur, walaupun masih banyak yang berserakan.
v Kondisi udara bisa dikatakan sejuk dan bersih karena dekat dengan daerah pesawahan, walaupun sedikit pohon besar yang ada di sekolah.
v Dikarenakan kondisi air dan kamar mandi yang kurang nyaman membuat siswa pun merasa tidak nyaman memakai wc tersebut.
v Siswa terkadang ingin segera keluar dari kelas karena keadaan kelas yang cukup menggerahkan, berbeda dengan di luar kelas yang bisa dikatakan cukup sejuk.
v Masih kurang tertatanya meja dan kursi rusak di bawah tangga dan juga di belakang sekolah.
v Masih ada siswa yang terkadang tidak mendapatkan kursi, ada pula yang mendapat kursi namun tidak enak untuk diduduki.
3.      Pendekatan kewilayahan (regional)
v Daerah luar ruangan kelas (terutama di depan kelas masing-masing) selalu ditempati banyak siswa karena terasa cukup sejuk.
v Daerah lapangan di depan sekolah(lapangan baket) paling banyak dikunjungi saat istirahat karena banyak pedagang jajanan.
v Daerah kelas XI IPS 1 selalu dipenuhi siswa pada saat istirahat oleh siswa yang akan memasuki koperasi.



KOLOM KRITIK DAN SARAN


Rounded Rectangle: ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar